Isra’ Mi’raj: Pilar Iman Perempuan
Diposkan pada 2026-01-19 00:00:00
Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ﷺ sekaligus penegasan tentang kedudukan iman, ibadah, dan peran strategis keluarga dalam Islam. Bagi umat Islam, peristiwa ini menyimpan pesan mendalam tentang tanggung jawab ruhiyah dan peran sentral dalam membangun peradaban.
Iman sebagai Fondasi Keteguhan Muslimah
Isra’ Mi’raj terjadi pada masa ujian berat Rasulullah ﷺ, setelah wafatnya Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Abu Thalib. Dalam kondisi duka dan tekanan dakwah, Allah menguatkan Nabi-Nya dengan perjalanan agung ini. Hal ini menegaskan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bersama keteguhan iman.
Allah berfirman:
وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
“Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. At-Taghābun [64]: 13).
Bagi muslimah, iman yang kokoh menjadi penopang utama dalam menjalankan peran domestik maupun sosial, terlebih di tengah tantangan zaman yang kerap melemahkan fitrah perempuan.
Shalat: Pilar Kehidupan Perempuan Muslimah
Perintah shalat lima waktu disampaikan langsung kepada Nabi ﷺ dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, tanpa perantara. Hal ini menunjukkan urgensi shalat sebagai tiang agama dan penjaga keimanan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
رَأْسُ الْأَمْرِ الإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ
“Pokok perkara adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa shalat adalah penghubung hati seorang hamba dengan Rabb-nya, sumber kekuatan jiwa, serta benteng dari kerusakan akhlak (Madarij as-Sālikīn). Bagi muslimah, shalat bukan sekadar kewajiban pribadi, melainkan sarana membangun keteladanan spiritual di tengah keluarga dan lingkungan.
Keteladanan Khadijah dan Perempuan Beriman
Isra’ Mi’raj tidak terlepas dari sosok Khadijah radhiyallahu ‘anha, perempuan mulia yang menopang dakwah Rasulullah ﷺ dengan iman, ketenangan, dan pengorbanan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ، وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ
“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mendustakanku, dan membenarkanku ketika orang-orang mengingkariku.” (HR. Ahmad)
Hal ini menegaskan bahwa perempuan beriman memiliki peran besar dalam menjaga istiqamah dakwah dan kekokohan keluarga. Para ulama salaf bahkan menempatkan perempuan sebagai madrasah pertama bagi generasi umat.
Perempuan Muslimah dan Tanggung Jawab Peradaban
Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa kebangkitan umat berawal dari ketaatan kepada Allah. Dalam konteks keluarga, perempuan muslimah memegang peran penting dalam menanamkan tauhid, menjaga ibadah, serta membangun akhlak generasi.
Imam Al-Ghazali rahimahullah menegaskan bahwa rusaknya masyarakat berawal dari rusaknya keluarga, dan rusaknya keluarga sering bermula dari lalainya pendidikan iman di dalam rumah.
Isra’ Mi’raj adalah panggilan ruhiyah bagi muslimah untuk mengokohkan iman, menjaga shalat, dan meneguhkan peran sebagai penjaga nilai-nilai Islam dalam keluarga dan masyarakat. Dari rumah-rumah yang dihidupkan dengan iman dan ibadah, insya Allah akan lahir generasi yang kokoh menghadapi tantangan akhir zaman. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.*/Choirunisa Karina, Ibu Rumah Tangga
Hidayatullah.com, Redaktur: Ahmad
|
Empat Nasihat Abadi Ali Bin Abi Thalib
Empat petuah ini merangkum inti etika Islam: kekuatan diri lahir dari pengendalian emosi, keikhlasan |
|
Isra’ Mi’raj: Pilar Iman Perempuan
Isra’ Mi’raj merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad ﷺ sekaligus penegasan tentang keduduk |
|
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat
PARA ulama berbeda pendapat tentang tempat-tempat yang dilarang shalat di dalamnya. Salah satu penye |
Komentar Anda